Senin, 30 Agustus 2021

PERGESERAN RESPON PUBLIK TERHADAP PANDEMI COVID-19

Sebagaimana dahulu di tahap awal virus corona melanda dunia. Walau baru sayup-sayup bahaya ancaman virus ini mulai muncul respon bangsa ini terhadap kehadiran virus yang konon diduga bermula dari Wuhan, Tiongkok. Dalam perkembangan pandemi covid-19 yang tak kunjung menunjukkan tanda-tanda usai, bahkan cenderung naik dan tidak pasti melahirkan berbagai perubahan bentuk respon publik di negeri ini. Berikut ragam bentuk respon masyarakat terhadap kehadiran virus corona yang coba saya petakan: 1) Respon yang bernada IGNOREN, yaitu sebuah sikap tidak mau tahu dan abai terhadap sebuah fenomena, bahkan muncul persepsi bahwa virus tersebut berjarak jauh di seberang sana yang seakan tak akan menyentuh negeri ini. Sampai pada akhirnya virus benar-benar menjadi fakta masuk ke negeri ini masyarakat masih mempersepsikan bahwa virus ini hanya menyerang kelas orang kota, orang kaya, dan orang elit. Ini terjadi pada masa awal kemunculan virus corona. 2) Respon PANIC, yaitu ketika virus ini benar-benar menjadi fakta yang mulai disadari namun tidak diimbangi oleh literasi public dan strategi kebijakan pemerintah bagaimana menghadapinya maka melahirkan kecemasan massa. Dalam situasi psikologis semacam ini melahirkan inisiasi kelompok masyarakat sesuai dengan persepsi masing-masing yang kadang kala memunculkan bentuk respon panik sebagai reaksi spekulatif tersebut. Inisiatif lockdown oleh beberapa kelompok masyarakat dan beberapa kepala daerah, dan keheningan kota-kota adalah fenomena di masa kepanikan awal ini. 3) Respon SINIS, yaitu sebuah kontruksi pemahaman bahwa pandemic ini merupakan konspirasi kekuatan tertentu (bisa korporasi, negara kuat, atau kelompok iluminati) yang dicurigai mendisain untuk kepentingan mereka, entah itu ekonomi, politik, hegemoni teknologi, bahkan ideologis. Bentuk respon ini bersimplifikasi pada sikap konfrontatif terhadap upaya apapun (termasuk program-program pemerintah) untuk menanggulangi penyebaran pandemic ini. 4) Respon TEOLOGIS, yaitu sebuah jenis respon yang diusung oleh sebuah keyakinan. Respon ini bernada eskapisme yaitu cara pandang yang menarik segala realitas apapun sebagai bagian dari takdir dan kehendak tuhan. Keyakinan ini bahkan memetaforakan virus ini sebagai “tentara allah” yang dikirim sebagai bagian dari penghakiman tuhan terhadap perilaku manusia. Terhadap orang yang dianggap tidak beriman adalah azab dan hukuman, sedangkan bagi beriman adalah ujian kesabaran. 5) Respon STRATEGIK, yaitu sebuah umpan balik terhadap sebuah fakta untuk mencari solusi dan skala prioritas berdasar kalkulasi antara kekuatan dan kelebihan terhadap ancaman dan resiko yang dihadapi. Bentuk respon ini akan menghasilkan berupa kebijakan dan strategi untuk mengambil langkah-langkah praktis berdasar kalkulasi tersebut. Di sinilah kemudian muncul skala pritoritas, kesejahteraan umum, keadilan sosial, pertahanan nasional, keutuhan negara kesatuan, keselamatan umum, dll. Keputusan pemerintah untuk menyeimbangkan antara protokol kesehatan dan menjaga daya tahan ekonomi yang diistilahkan dengan “menyeimbangkan gas dan rem” bisa dilihat dalam konteks kepentingan ini. Apapun bentuk respon tersebut masing-masing mengandung implikasi dan resiko. Bagaimana akibat yang akan dihadapi bangsa ini akan diukur dari outcome dan manfaat dari respon mana yang akan diambil. Itu semua akan dibuktikan dari data-data yang tak lagi bisa dikontruksi dalam bentuk opini, kontruksi, dan kepentingan politis apapun, seperti berapa yang jatuh sakit karena infeksi virus covid-19, berapa jumlah korban meninggal, berapa angka inflasi, resesi, dll. Termasuk juga bagaimana posisi bangsa ini ke depan dalam menghadapi data dan dampak pandemic akan ditentukan jenis respon mana yang lebih dipilih bangsa ini, termasuk dalam perkembangan terbaru adalah menyambut kedatangan vaksin yang mulai didistribusikan ke berbagai pelosok negeri. Salam sehat. #bilikrenungeps34 Penulis oleh: saifudin zuhri Pada tangga : 11/11/11
Share:

0 comments:

Posting Komentar