(Seandainya) Nanti Badai ini Berlalu
Jika suatu saat nanti badai pandemic global virus corona ini berlalu dari muka bumi ini maka akan memunculkan berbagai bentuk ekspresi bangsa-bangsa di dunia untuk merayakannya. Berikut pengandaian itu:
1) Bangsa pertama: dengan percaya diri bangsa ini berteriak: “Horeeeee……..corona itu musnah berkat kehandalan system social kita yang sukses menerapkan pengendalian social dengan efektif, seperti lockdown, social distancing, physical distancing, dll sehingga penyebarannya bisa dihentikan dan mata rantainya terputus”. Dan bangsa ini semakin percaya diri dan menyempurnakan system yang ada supaya jika suatu saat badai itu datang lagi akan lebih sigap dan jumlah korban diminimalisir.
2) Bangsa kedua: dengan ketenangan bangsa ini berujar: “ya begitulah keganasan virus corona ini sementara bisa kita jinakkan berkat kecanggihan teknologi yang kita ciptakan, sejak dari peralatan kesehatan, alat pelindung diri, hingga temuan vaksin yang manjur mematikan virus covid-19”. Dan bangsa ini dengan lebih giat dan kerja keras memperbesar riset dan mengembangkan teknologinya untuk mencegah kalau-kalau suatu saat nanti virus ini kembali mewabah secara global, dan bahkan bangsa ini berhasil mengeksport produk-produknya tersebut ke berbagai negara lain di dunia.
3) Bangsa ketiga: “Alhamdulillah……puji tuhan….akhirnya kita bebas dari musibah/azab Corona dari kehidupan kita. Itu semua adalah takdir Allah dan berkat do’a-do’a kita didengar dan dikabulkan oleh Allah, Tuhan Yang Maha Esa.” Begitulah klaim meyakinkan bangsa ini, dan mereka semakin khusyu’ dan giat beribadah karena yakin bahwa takdir Tuhan pasti memihak mereka yang beriman. Karena keyakinan itu pula mereka akan semakin berkobar-kobar semangatnya untuk berdakwah tentang kekuasaan dan kemestian takdir Tuhan. Dan jika suatu saat nanti musibah ini datang lagi akan dihadapi dengan cara yang sama.
Dan pada suatu ketika tiba-tiba badai virus sejenis Covid-19 itu datang lagi dan melanda dunia lagi. Maka ketiga bangsa tersebut akan mengandalkan caranya masing-masing. Begitu juga bangsa ketiga semakin khusyu’ lagi berdoa, namun karena virus semakin mengganas dan korban tetap berjatuhan. Namu ada yang berbeda doa kali ini, selain khusyu’ berdoa diam-diam bangsa jenis ketiga ini juga mengimport produk-produk bangsa jenis kedua dan sesekali meniru-niru kiat yang pernah dipakai bangsa pertama. Kemudian pemimpin kedua bangsa yaitu bangsa pertama dan kedua saling berujar: “kae jarne wae ben do giat dungo, kan jualan kita jadi laris manis, hihihihi…..”. Kemudian lik Mukidi nyedot ududte karo menggerutu: “eealaaaaahhh lik embuh…”
#bilikrenungeps2
Penulis oleh: saifudin zuhri
Pada tangga : 11/11/11
0 comments:
Posting Komentar