Jumat, 27 Agustus 2021

SEPAK BOLA TANPA PENONTON

Sudah dua minggu ini liga sepak bola terpopuler di dunia bergulir, seperti Premier League Inggris, serie A Italia, La Liga Spanyol, Bundes Liga Jerman, dll. Liga-liga besar yang mendominasi industri sepakbola dunia itu diperhelatkan tanpa penonton untuk menghindari penyebaran virus covid-19. Pertandingan sepak bola adalah jenis olah raga terpopuler di planet ini yang melibatkan jumlah massa paling banyak baik dari tim pemainnya maupun jumlah penontonnya. Tak pelak hubungan antara pemain dan penonton terikat secara kuat dan emosional. Saking kuatnya korelasi ini penonton disebut pemain kedua belas dalam sebuah tim sepak bola. Gelora teriakan dan yel-yel penonton tim tuan rumah yang biasanya jumlahnya lebih banyak bahkan mampu membakar semangat yang menjadi energi lebih dari pada tim tamu. Jika tercipta goal sang pencetak goal akan melakukan selebrasi persembahan kepada pendukung fanatiknya itu. Hubungan antara pemain dan supporter bola ini kadang bahkan melewati batas ekstrim sehingga membentuk fanatisme berlebihan dan buta. Inilah atmosfir yang terbangun ketika penonton hadiir dalam sebuah laga pertandingan. Pandemi covid-19 memaksa perceraian antara pemain dengan penonton. Stadion-stadion megah nan jumbo yang berkapasitas puluhan ribu penonton lengang tanpa hadirnya penonton. Tidak ada lagu-lagu kur dan yel-yel penyemangat sebagai identitas sebuah club yang diteriakkan supporter fanatik di lapangan, bahkan ketika si bola bundar melewati garis putiih di bawah mistar gawang perayaan goal terasa garing dan tanpa gairah. Selebrasi pencetak goal dan para rekan satu tiem terasa hambar dan dingin. Ya itulah fenomena baru di salah satu industri hiburan dalam peradaban modern sekarang ini di tengah pandemi ini. Jika pandemi ini tidak bisa dihentikan dan semakin menjadi-jadi sehingga mengancam populasi spesies manusia di muka bumi ini, maka bisa jadi sepak bola akan menjadi kenangan masa lalu yang hanya menjadi artefak sejarah. Sebagaimana gladiator di zaman Romawi kuno, atau pertunjukan teater pada masa Yunani kuno. #bilikrenungeps22 Penulis oleh: saifudin zuhri Pada tangga : 11/11/11
Share:

0 comments:

Posting Komentar