Tak Usah Bingung guys
Belum lama publik dan juga aparatur sendiri dibuat bingung menerjemahkan mudik dan pulang kampung. Hari ini muncul lagi pernyataan transportasi umum diperbolehkan beroperasi dengan syarat tertentu setelah sebelumnya dilarang dlm rangka mengendalikan penyebaran pandemi covid-19 dari Jakarta sebagai episentrumnya. Sama halnya seorang Gubernur di awal jabatannya dengan lugas tidak akan membatasi orang datang ke Jakarta krn ibukota milik seluruh bangsa Indonesia, dan sejak itu operasi yustisia ditiadakan. Namun akhir2 ini dengan tegas mengatakan akan memproduk regulasi yg membatasi orang datang ke Jakarta.
Melihat perubahan-perubahan kebijakan pemerintah tersebut muncul beragam analisis, ada yg menilai pemerintah inkonsisten, plin-plan, dsb. Namun ada yg mampu memahami dengan pertimbangan yg lebih makro dan holistik; pandemi virus corona bukan hanya isu kesehatan namun juga isu ekonomi, politik, budaya, dan pertahanan keamanan.
Tidak usah bingung guys, inilah paradigma berpikir bangsa ini sejak dulu. Sebuah cara berpikir antik, unik, atau boleh juga disebut aneh khas Indonesia. Bahkan kalau kita telaah ideologi kita Pancasila pun mengandung unsur begitu. Pancasila itu bukan sosialime namun juga bukan liberalisme, bukan adat istiadat tetapi juga bukan agama. Pancasila tidak ini dan tidak itu. Ideologi ini sintetik khas Nusantara. Kehandalan Pancasila terletak pada kemampuan untuk terbuka dan menjaga titik keseimbangan. Pancasila adalah kata kerja yg dinamis. Upaya apapun untuk membekukan Pancasila dalam dogma statis sekuat apapun itu akan lekang oleh zaman. Lihatlah bagaimana Orla dengan Nasakom-nya, Orba dengan P4-nya, dan skrg ada lembaga pembekuan yg bernama BPIP. Semuanya bernasib sama, musnah oleh waktu. Kekuatan Pancasila terletak pada kata kerja dan perjuangan terus menerus menjawab tantangan zaman.
Jika pemerintah mengubah lagi kebijakannya maka yakinlah itu bukan yg terakhir. Akan ada episode-episode baru yg akan menyusulnya. Indonesia adalah bangsa yang bukan hanya besar namun juga kompleks dan rumit. Indonesia tak sesederhana negeri jiran Malaysia dan tak secuil Singapura wilayahnya. Bahkan Indonesia tak sesimpel Tiongkok, India, dan Amerika. Indonesia adalah ibu pertiwi yang lelehan airmatanya tak mudah dipahami dengan lugu. Dan kepadamu menjadi tempat membaktikan diri untuk kembali pada ilahi
#bilikrenungeps6
Penulis oleh: saifudin zuhri
Pada tangga : 11/11/11
0 comments:
Posting Komentar