Di Kala Cinta Telah Sirna
Sejarah membuktikan bahwa atas nama cintalah negeri ini dibangun. Keragaman dan perbedaan tak jadi penghalang untuk bersatu padu. Cukup banyak alasan logis untuk berdiri sendiri namun kekuatan cintalah yang menembus batas itu semua. Karena cinta pula masing-masing anak bangsa memiliki kesanggupan untuk berkorban. Kekuatan cintalah yang merangkai kepercayaan, bahkan karena cinta tak perlu berkata-kata karena kuatnya rasa mempertemukan dalam satu makna.
Semerbak amor itu dengan indah terlukis dalam sejarah gerakan Budi Utomo 1908, Sumpah Pemuda 1928, dan revolusi Kemerdekaan 1945. Terlahirlah bangsa ini sebagai bangsa bentukan. Kondisi geografis kepulauan, keragaman etnis, dan pluralitas budaya justru menjadi mozaik yang memperindah gairah cinta. Ya cinta...itulah alasan untuk bersatu, ya cinta...itulah penjelas mengapa kita mampu menanggalkan perbedaan.
Namun hari ini semerbak cinta itu kian memudar di negeri ini. Kesucian cinta ternodai oleh nafsu birahi dan ambisi. Ayolah ibu pertiwi ajarilah kembali anak-anak negeri kembali menghayati cinta sejati! Senandungkan lagu cinta agar hati bak samudera yang menampung segalanya.
Wahai para ibu....peluklah buah hati darah dagingmu sendiri agar tak terlalu liar turun di jalanan, dan hembuskan nafas cinta agar kelak ketika beranjak dewasa menjadi penjaga negara dengan bijaksana.
#bilikrenungeps23
Penulis oleh: saifudin zuhri
Pada tangga : 11/11/11
0 comments:
Posting Komentar