Gelombang perubahan besar menuju tata dunia baru sedang dimulai
Entah seperti apa bentuk dan sistem di masa depan. Sepertinya pandemic covid-19 bisa jadi menjadi awal dari pemrogaman ulang peradaban manusia. Belum lama peradaban modern begitu yakin hendak melesat dengan era yg disebut revolusi industri 4.0 dengan berbagai ciri-cirinya yg sedikit banyak sudah kita rasakan dalam kehidupan kita, seperti everything is internet, artificial intelligent, big data dll, eee...mak bedunduk muncul tamparan tak terduga yg menghebohkan dunia, virus corona. Dunia pun kalang kabut dibuatnya. Jangankan memikirkan bagaimana melanjutkan paket 4.0, bisa bertahan hidup sehat saja sudah beruntung. Semua negara sedang berjuang bagaimana melindungi warganya dan daya ekonominya biar tidak tenggelam terlalu dalam. Dan dunia berada di ambang resesi global dan bahkan bisa jadi signal kematian peradaban modern.
Semua peradaban besar selalu dimulai dengan krisis, guncangan, dan bahkan tragedi. Lihatlah bagaimana lahirnya negara modern sebagai antitesa feodalisme dan teokrasi di berbagai belahan dunia. Krisis, konflik, dan bahkan revolusi mewarnai proses transisi tersebut. Bukan tidak mungkin pandemic covid-19 adalah start awal dunia sedang dirombak menuju tatanan baru. Entah apa bentuk tatanan baru itu masih terlalu dini digambarkan wujudnya. Sebagai penghuni bumi yg menyaksikan dan mengalami awal proses itu tentu kita adalah generasi awal yang akan tergagap-gagap, shock, dan bahkan menghadapi ketidakpastian masa depan. Generasi berikutkan akan memroses tahap berikutnya entah kemana arah peradaban baru itu akan dibentuk. Bisa jadi apa yang kita alami di era sekarang ini suatu saat nanti menjadi artefak sejarah yang entah ditafsirkan seperti apa oleh peradaban baru masa depan itu, bisa jadi masih tersambung dengan era baru berikutnya, punah dan terputus, atau dipahami sebagai dongeng pengantar tidur umat manusia pada generasi mendatang. Sebagaimana contoh; sejarah besar para Rasul ditafsirkan sebagai mukjizat dimana peran akal dinisbikan, sebagaimana khilaful adat para wali dimana analisis budaya ditanggalkan, dan sebagaimana mahakarya nan indah, rumit, dan canggih candi Prambanan yang akhirnya lebih populer dipahami sebagai cerita mistik seribu candi itu dibangun semalam dengan roman kisah asmara Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang. Dan jangan-jangan peradaban modern yang dibangun dengan serius selama ini suatu saat nanti hanya menjadi onggokan peninggalan masa lalu yang diceritakan dengan kegelian dan sendau gurau generasi berikutnya. Dan begitulah kehidupan diedarkan dan dipergilirkan.
#bilikrenungeps8
Penulis oleh: saifudin zuhri
Pada tangga : 11/11/11
0 comments:
Posting Komentar